| Donasi Pertama, Imogiri 2013 |
Helmku Sayang, Iklanmu Malang

Siang tadi saya harus mengambil beberapa uang tunai di atm. Setelah berpamitan dengan Agni teman sekantor, membawa dompet dan kartu atm serta memakai helm dan memasang talinya hingga berbunyi klik (!), :) saya bergegas berangkat ke bank terdekat dengan naik motor.
Bergerak santai, dari kantor saya mengarah ke utara dan berbelok ke kanan melewati lampu bangjo dan pasar gading. Tidak jauh dari pasar saya langsung tertegun kaget pada sebuah baliho lumayan besar yang terpampang di atas kepala saya.. UWOOOW!!! menarik sekali baliho ini... Sayang sekali saya terlanjur bablas, meskipun saya bela-belain balik lagi sepulang kerja untuk mengambil gambarnya.
Hahaha.. Rasanya saya seperti terbawa ke akhir dekade 90-an melihat warna dan gaya iklan layanan masyarakat tersebut.. Masa-masa dulu saya menghabiskan waktu berjalan kaki ke SD sambil melihat baliho di sepanjang jalan. Wajah model ibu-ibu, eh, mbak-mbak di baliho itu, dandanannya, pemilihan warna, gradasi dan fonts.. well, kecuali jilbabnya yang secara jelas menunjukkan kepopuleran islamisasi (atau arabisasi?) yang belakangan terjadi di sini.
The shut doors and rusty locks of Pecinan
| First house that caught my attention! What a nice arrangement! |
Last week I had the chance to visit an opening of my art photographer-friends' exhibition at Semarang, Central Java. In two days and a night, me and my friends were walking, well frankly, taxi-ing around the city and got to check some tourism spots we googled days earlier.
We stayed in a small budget-hotel at Pecinan, the chinese-community kampung or what-so-called China Town in the center of Semarang. Wake up earlier in the morning, I sneaked to have my me-time, snap-shoting the houses nearby the Hotel using my new-cheapo Fuji pocket camera. Old houses with a mix of Chinese-Dutch style in da neighborhood!
Subscribe to:
Posts (Atom)




